Ada delapan perusahaan Asuransi pertanggungan nasional meraih predikat "asuransi Terbaik 2016" versi Majalah Investor. Terdiri atas tiga iuran pertanggungan jiwa, tiga premi awam, satu reasuransi, dan satu penghargaan spesifik buat iuran pertanggungan yang dievaluasi paling siap berbagi pasar dan layanan digital. Enam iuran pertanggungan terbaik berasal gerombolan asuransi jiwa serta umum terpilih asal 12 peraih nominasi yg memperoleh skor tertinggi pada kelompok aset masing-masing. Sedangkan dari grup reasuransi langsung ditetapkan satu pemenang, tanpa nominasi.
Buat grup premi jiwa, penghargaan posisi terbaik diraih PT Prudential Life Assurance buat kategori aset di atas Rp 15 triliun, PT Panin Dai-ichi Life buat kategori aset antara Rp lima triliun sampai Rp 15 triliun, dan PT iuran pertanggungan Jiwa Adisarana Wanaartha buat kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.
Sedangkan buat kelompok premi umum , penghargaan diberikan pada PT asuransi Kredit Indonesia (Persero) pada kategori aset di atas Rp 3 triliun. PT asuransi Bangun ASKRIDA berhasil menjadi perusahaan premi terbaik buat kategori aset antara Rp 1 triliun hingga Rp 3 triliun, serta PT asuransi umum BCA menjadi yang terbaik buat kategori aset antara Rp 250 miliar hingga Rp 1 triliun. Sedangkan reasuransi terbaik berhasil diraih PT Reasuransi Nasional Indonesia.
Parameter buat "iuran pertanggungan Terbaik 2016" meliputi indikator kuantitatif juga kualitatif. Buat evaluasi kualitatif, dewan juri menetapkan melakukan kunjungan ke tempat kerja kandidat juara , buat beraudiensi dengan manajemen.
Berasal 12 nominasi, enam nominasi artinya premi jiwa dan enam iuran pertanggungan awam. Nominasi berasal gerombolan premi Jiwa mencakup PT Prudential Life Assurance, PT iuran pertanggungan Jiwasraya (Persero), PT Panin Dai-ichi Life, PT BNI Life Insurance, PT asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, serta PT asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Sedangkan enam nominasi asal grup iuran pertanggungan awam meliputi PT iuran pertanggungan Kredit Indonesia (Persero), PT Tugu Pratama Indonesia, PT premi Bangun ASKRIDA, PT Bringin Sejahtera Artamakmur, PT premi awam BCA, dan PT Fairfax Insurance Indonesia.
Tahun ini investor juga memberikan penghargaan spesifik buat perusahaan iuran pertanggungan yg dievaluasi paling mumpuni pada kesiapan layanan digital. PT iuran pertanggungan Astra Buana dievaluasi oleh dewan juri sebagai iuran pertanggungan yang paling baik dalam pemasaran digital, dengan kelengkapan fitur yg disediakan bagi nasabah.
Kriteria Pemeringkatan
berdasarkan koordinator Dewan Juri Herris Simandjuntak, tema pemeringkatan asuransi tahun ini artinya “Industri iuran pertanggungan pada Era Digital”. Tema ini disepakati dewan juri buat merangsang industri premi agar makin inovatif dalam memberikan layanan bagi para nasabahnya. “Lewat proses digitalisasi, industri iuran pertanggungan dibutuhkan makin terpacu dalam pada menggarap pasar menggunakan dukungan teknologi digital ,” istilah Herris Simandjuntak pada penghargaan iuran pertanggungan Terbaik 2016 versi Majalah Investor, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/6).
Berbeda menggunakan tahun sebelumnya, sesi wawancara menggunakan para nominasi dilakukan di tempat kerja kandidat. Cara ini dipilih dewan juri menggunakan pertimbangan bisa menggali lebih poly isu yg perlu dikonfirmasi berdasarkan data-data laporan keuangan yang sudah dipublikasikan. “Metode ini membentuk kualitas evaluasi makin baik,” ujar anggota dewan juri, Abiprayadi Riyanto.
Pemeringkatan ini memakai 14 kriteria, baik buat premi awam, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria buat asuransi awam meliputi, pertumbuhan aset rata-homogen 2011–2015, pertumbuhan jumlah investasi homogen-homogen 2011-2015, pertumbuhan ekuitas rata-homogen 2011-2015, pertumbuhan iuran pertanggungan penutupan langsung 2011-2015, pertumbuhan asuransi neto rata-homogen 2011-2015, pertumbuhan akibat underwriting homogen-homogen 2011-2015, pertumbuhan hasil investasi rata-homogen 2011-2015, pertumbuhan laba higienis homogen-rata 2011-2015, pangsa pasar iuran pertanggungan neto tahun 2016, rasio underwriting terhadap iuran pertanggungan neto 2016, TATO (Total Aset Turn Over) 2016, ROA (return on assets) 2016, ROE (return on equity) 2016, dan RBC (risk based capital) 2016.
Ad interim 14 kriteria untuk premi awam, mayoritas sama menggunakan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan asuransi penutupan eksklusif homogen-rata 2011-2015 yg spesifik berlaku buat iuran pertanggungan awam. Lalu pertumbuhan hasil underwriting homogen-homogen 2011-2015 dan rasio underwriting terhadap premi neto yg berlaku buat premi umum dan reasuransi. Sedangkan kriteria pertumbuhan iuran pertanggungan bruto 2011-2015 khusus berlaku buat reasuransi.
Tak semua perusahaan asuransi pada peringkat. Terdapat seleksi awal yang mencakup, laporan keuangan 2015 yg dipublikasi harus telah diaudit, laporan keuangan 2015 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120 persen, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dirancang, tak dalam status PKU (restriksi aktivitas perjuangan) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak dalam syarat khusus (run off, masa transisi, dll), ekuitas minimal Rp 50 miliar, aset iuran pertanggungan awam tahun 2015 pada atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2015 di atas Rp 1 triliun, tidak menderita rugi tahun 2015, serta data wajib lengkap.
Buat grup premi jiwa, penghargaan posisi terbaik diraih PT Prudential Life Assurance buat kategori aset di atas Rp 15 triliun, PT Panin Dai-ichi Life buat kategori aset antara Rp lima triliun sampai Rp 15 triliun, dan PT iuran pertanggungan Jiwa Adisarana Wanaartha buat kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.
Sedangkan buat kelompok premi umum , penghargaan diberikan pada PT asuransi Kredit Indonesia (Persero) pada kategori aset di atas Rp 3 triliun. PT asuransi Bangun ASKRIDA berhasil menjadi perusahaan premi terbaik buat kategori aset antara Rp 1 triliun hingga Rp 3 triliun, serta PT asuransi umum BCA menjadi yang terbaik buat kategori aset antara Rp 250 miliar hingga Rp 1 triliun. Sedangkan reasuransi terbaik berhasil diraih PT Reasuransi Nasional Indonesia.
Parameter buat "iuran pertanggungan Terbaik 2016" meliputi indikator kuantitatif juga kualitatif. Buat evaluasi kualitatif, dewan juri menetapkan melakukan kunjungan ke tempat kerja kandidat juara , buat beraudiensi dengan manajemen.
Berasal 12 nominasi, enam nominasi artinya premi jiwa dan enam iuran pertanggungan awam. Nominasi berasal gerombolan premi Jiwa mencakup PT Prudential Life Assurance, PT iuran pertanggungan Jiwasraya (Persero), PT Panin Dai-ichi Life, PT BNI Life Insurance, PT asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, serta PT asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Sedangkan enam nominasi asal grup iuran pertanggungan awam meliputi PT iuran pertanggungan Kredit Indonesia (Persero), PT Tugu Pratama Indonesia, PT premi Bangun ASKRIDA, PT Bringin Sejahtera Artamakmur, PT premi awam BCA, dan PT Fairfax Insurance Indonesia.
Tahun ini investor juga memberikan penghargaan spesifik buat perusahaan iuran pertanggungan yg dievaluasi paling mumpuni pada kesiapan layanan digital. PT iuran pertanggungan Astra Buana dievaluasi oleh dewan juri sebagai iuran pertanggungan yang paling baik dalam pemasaran digital, dengan kelengkapan fitur yg disediakan bagi nasabah.
Kriteria Pemeringkatan
berdasarkan koordinator Dewan Juri Herris Simandjuntak, tema pemeringkatan asuransi tahun ini artinya “Industri iuran pertanggungan pada Era Digital”. Tema ini disepakati dewan juri buat merangsang industri premi agar makin inovatif dalam memberikan layanan bagi para nasabahnya. “Lewat proses digitalisasi, industri iuran pertanggungan dibutuhkan makin terpacu dalam pada menggarap pasar menggunakan dukungan teknologi digital ,” istilah Herris Simandjuntak pada penghargaan iuran pertanggungan Terbaik 2016 versi Majalah Investor, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/6).
Berbeda menggunakan tahun sebelumnya, sesi wawancara menggunakan para nominasi dilakukan di tempat kerja kandidat. Cara ini dipilih dewan juri menggunakan pertimbangan bisa menggali lebih poly isu yg perlu dikonfirmasi berdasarkan data-data laporan keuangan yang sudah dipublikasikan. “Metode ini membentuk kualitas evaluasi makin baik,” ujar anggota dewan juri, Abiprayadi Riyanto.
Pemeringkatan ini memakai 14 kriteria, baik buat premi awam, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria buat asuransi awam meliputi, pertumbuhan aset rata-homogen 2011–2015, pertumbuhan jumlah investasi homogen-homogen 2011-2015, pertumbuhan ekuitas rata-homogen 2011-2015, pertumbuhan iuran pertanggungan penutupan langsung 2011-2015, pertumbuhan asuransi neto rata-homogen 2011-2015, pertumbuhan akibat underwriting homogen-homogen 2011-2015, pertumbuhan hasil investasi rata-homogen 2011-2015, pertumbuhan laba higienis homogen-rata 2011-2015, pangsa pasar iuran pertanggungan neto tahun 2016, rasio underwriting terhadap iuran pertanggungan neto 2016, TATO (Total Aset Turn Over) 2016, ROA (return on assets) 2016, ROE (return on equity) 2016, dan RBC (risk based capital) 2016.
Ad interim 14 kriteria untuk premi awam, mayoritas sama menggunakan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan asuransi penutupan eksklusif homogen-rata 2011-2015 yg spesifik berlaku buat iuran pertanggungan awam. Lalu pertumbuhan hasil underwriting homogen-homogen 2011-2015 dan rasio underwriting terhadap premi neto yg berlaku buat premi umum dan reasuransi. Sedangkan kriteria pertumbuhan iuran pertanggungan bruto 2011-2015 khusus berlaku buat reasuransi.
Tak semua perusahaan asuransi pada peringkat. Terdapat seleksi awal yang mencakup, laporan keuangan 2015 yg dipublikasi harus telah diaudit, laporan keuangan 2015 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120 persen, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dirancang, tak dalam status PKU (restriksi aktivitas perjuangan) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak dalam syarat khusus (run off, masa transisi, dll), ekuitas minimal Rp 50 miliar, aset iuran pertanggungan awam tahun 2015 pada atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2015 di atas Rp 1 triliun, tidak menderita rugi tahun 2015, serta data wajib lengkap.
Tag :
Asuransi Umum

1 Komentar untuk "Asuransi Terbaik di Indonesia Th 2016"
Asuransi mobil PT. ANS BERDIKARI MULTIPROTEKSI itu penipuan. Saya sarankan jangan pakai asuransi itu.
Pengalaman claimnya sengaja dibikin ribet biar bisa pungli. Mau cepat dan gampang harus bayar biaya admin proses tambahan. Kapok saya pakai asuransi itu admin yang namanya dita minta duit tambahan buat proses cepat
Info perusahaan:
Taman Kebon Jeruk Blok B3 No 4, Srengseng, Jakarta Barat
Telp 021-5841296